"Ela......... Cepat turun, nak ! Sarapannya sudah siap !"
"Iya, bu !"
Suara ibu dari bawah semakin menambah semangatku. Segera ku sambar tasku. Tak lupa Dydy, si teman kencan dama sepiku selalu menyertai hari-hariku. Tertulis kata-kata indahku disana. Apapun yang terjadi padaku aku takkan sedih, karena Dydy selalu menemaniku.
"Angan hatiku akhirnya berlalu menggantikan ceriaku bersinar mentari."
Jam ke-2 kosong, kesempatan ini digunakan untuk mengisi kehidupan Dydy. Ku buka lembar demi lembar yang telah terisi hingga pada lembar yang masih kosong ku mulai mengukir kata-kata.
"Hai sweet girl ! Gue punya puisi cinta baru. Dengerin ya?"
Tiba tiba saja Roy datang dan naik ke atas bangku, sambil bergaya didepanku.
"Bila cinta bersemi di dada... emm.... terasa tubuh di peluk asmara........ mewangi........ bagai kuncup bunga yang se........
"Hi......... sudah, sudah !!! jangan terusin lagi !"
aku menutup telingaku dengan kedua tanganku.
"Cukup deh Roy ! please !!!"
Roy menghentikan suaranya yang mirip kaleng di seret itu, ketika melihat raut wajahku memelas.
"Eh........ Ela, kamu kenapa?"
" Aku jadi suntuk banget, jadi............. tolong deh?"
"Oke, lain kali dengerin aku lagi yah !"
"He.....eh, he......eh"
Aku menjawab dengan anggukan berkali-kali.
Bersambung......
"Di ambil dari karangan Isabella
madani MAN 1 JOMBANG
periode 2005-2006"
madani MAN 1 JOMBANG
periode 2005-2006"







weh ada bersambungnya rek... aduuhhh
lho kok bersambung?
tari: ya emang aku bwt gt, biar pd penasaran
tenang ja, ceritanya msih ada 5 episode lg, ya kmu ikuti ja trus critanya, ok?