"Zami !!!" Suaraku tertahan melihat sosok tampan muncul dari semak-semak dan berjalan ke arahku.
"Ela, akhirnya kamu berjilbab seperti yang kukatakan dulu." Perlahan Zami menyentuh pundakku. Aku menepisnya halus.
"Jadi...... Kamu.......... Adalah...........
"Ela........ Ela.. " Rita datang dengan nafas tersenggal-senggal.
"Rizal........... El, Rizal........"
"Ada apa dengan Rizal ?" Seruku penasaran.
"Rizal pindah dari sekolah ini dan sekarang dia lagi berangkat ke Stasiun." Ucap Rita buru-buru, kemudian aku dan Rita bergegas menuju ke Stasiun.
Setiba di Stasiun, aku dan Rita sibuk mencari sosok Rizal di antara berjubelnya calon penumpang, dan ketika kami tidak sengaja melihatnya, kemudian
"Rizal......... !!" Panggil kami bersamaan, lalu kami berlari menghampirinya.
"Zal, kenapa kamu harus pergi meninggalkan kami ? kenapa Zal ?" tanyaku dengan nafas memburu.
"Ini sudah keputusanku Ela, aku akan pergi ke pesantren dan mendalami ilmu agama,"
kemudian kami diam sejenak.
"Oh, iya Ela........ ini..............."
Rizal merogoh ranselnya dan memberikan Dydy kepadaku.
"Sejenak memakai jilbab, kamu melupakan ini, to Ririku." kata Rizalsambil tersenyum.
Bibirku bergetar, tanpa terasa air bening menetes di pipiku.
"Mu........... sa............. fir..............
Cin........ ta............ " Ucapku lirih.
"Tut...... tut.........." Suara kereta api mulai berberak. Rizal melambaikan tangannya dari pintu gerbang, aku membalas lambaiannya sambil mengusap air mata, hingga kereta api itu tampak mengecil dan hilang sama sekali dari pandangan.
Kemudian ku buka Dydyku, disana terukir bait-bait kata :
Setiap kata yang terucap
Setiap kata yang terhempas
Setiap rindu yang membara
Dan jantung yang berdenyut
Semuanya karena cinta
Karenalah tersemayam namamu dalam sukma
Selesai
Di ambil dari karangan Isabella
Madani MAN 1 Jombang
Periode 2005-2006
Madani MAN 1 Jombang
Periode 2005-2006







0 komentar