Sambungan 3
To : Isabella
Tak ada hari yang indah
Selain hidup bersamamu
Tak ada kata yang indah
Selain kisahmu
Yang telah menghadirkan
Sejuta mawar ditaman hatiku
From : Musafir Cinta
"Hmm........... Puitis banget tuh kata-katanya," Komentar Rita,
"Kira-kira siapa ya Rit?" Kupandangi Rita dengan heran.
"Mungkin aja si raja puisi, siapa lagi kalau bukan si..........."
belum rampung Rita urun suara kemudian aku potong ucapannya
"Roy" !!! Ku panggil si kiyut yang muncul dari pintu, kemudian Roy menoleh tanggap,
"Kamu Musafir Cinta?" Tuduhku ke Roy
"Iya, akulah si musafir cinta, nih, aku lagi buat puisinya," Ucapnya bangga, seraya menunjukkan secarik kertas ke arahku.
"Berarti, kamu donk yang naruh puisi di Diaryku?" Aku todong dia sambil berkacak pinggang dan pasang muka marah.
"Di diary apaan? Enak aja main nuduh sembarangan, jelek-jelek gini, aku juga punya Ela, Diary yang tak kalah bagusnya ama kepunyaanmu !" Balas Roy tak mau kalah.
"Lagian aku nggak tau wujud Diarymu kayak apa, kali aja ada orang lain." Ucap Roy lagi
"Hhh....!" Kuhentakkan kaki.
Aku benci Roy, tega-teganya dia berkelit. Marah bercampur malu, membuat rona wajahku berubah merah padam. karena tanpa dikomando, teman-teman sekelas menyaksikannya, seperti tontonan saja.
Tepukan halus mendarat di pundakku.
"Ela, jangan marah dulu, mungkin benar apa kata Roy, siapa tau........ Ucap Rizal dari belakangku.
"O....... jadi kamu membelanya Zal ??" Ucapku dengan kasar, sambil menghempaskan pantat dikursi, lumayan sakit sih.
"Sudahlah Ela, masalahnya kan cuma itu, jangan melibatkan orang lagi," Seru Rita berusaha menahan emosiku.
"Baik....... Ela...... semoga setelah ini Dydymu tidak akan lari kemana-mana." Ucap Rizal
Rizal berlalu dari hadapanku dengan sedikit marah.
Setiap kali aku masuk kelas, ada sepasang mata yang selalu memperhatikanku.
Dan lagi-lagi aku dapat puisi dari orang misterius itu.
To : Isabella
Saat jiwaku terpaut pada raut indahmu
Di satu mimpi yang panjang
Selalu ada bayang-bayang cintamu
Yang bertabirkan kesucian
Jiwa yang suci adalah jiwa yang terlindung
From : Musafir Cinta
Bersambung.......
Di ambil dari karangan Isabella
Madani MAN 1 Jombang
Periode 2005-2006
Di ambil dari karangan Isabella
Madani MAN 1 Jombang
Periode 2005-2006







0 komentar